Selasa, 03 Maret 2009

flu spanyol

Bermula peristiwanya adalah pada tahun 1997, seorang ilmuwan membongkar kuburan seorang gadis Eskimo yang terkubur beku dari lapisan es abadi, yang menjadi korban flu tahun 1918. Ilmuwan tersebut berharap bibit penyakit flu tersebut masih berada dalam paru-paru mayat gadis itu, dan melalui teknik genetika mutakhir dapat ditemukan dan dikenali. Karena pada tahun 1918-1919 telah berjangkit penyakit flu atau influenza di wilayah Spanyol yang mengakibatkan penduduk jatuh sakit dan meninggal begitu cepat sehingga sangat meresahkan. 

 

Dari situasi tersebut nama yang kemudian melekat pada penyakit yang banyak menelan korban akibat influenza tersebut bernama influenza atau flu Spanyol. Penyakit yang telah mencekam rasa takut orang-orang itu menyerang tanpa pandang bulu. Hanya untuk alasan yang belum jelas, pandemi tahun 1919 itu tidak secara khusus menyerang orang lanjut usia, tetapi justru menyerang dan membunuh orang muda yang sehat. Mayoritas korban meninggal karena flu Spanyol berusia antara 20 dan 40 tahun. Di wilayah Samoa dalam waktu 2 bulan telah menewaskan 20 persen dari penduduk yang berjumlah 38.302 orang. Bahkan semua negara utama di dunia menjadi korban flu Spanyol tersebut

 

John M. Barry pengarang The Great Influenza mengatakan bahwa: "Influenza menewaskan lebih banyak orang dalam setahun daripada korban jiwa selama seabad akibat Sampar hitam pada Abad Pertengahan; flu lebih banyak menewaskan orang dalam dua puluh empat minggu daripada korban AIDS dalam dua puluh empat tahun." Bahkan Flu Spanyol membunuh lebih banyak orang Amerika dalam waktu setahun daripada semua yang mati dalam pertempuran. Begitu dahsyatnya, flu Spanyol adalah pandemi paling menghancurkan sepanjang sejarah manusia. Dan sekarang setelah 85 tahun kemudian, apa yang telah diketahui tentang pandemi yang mengerikan itu? Apa penyebabnya, dapatkah menyerang kembali, dan apakah kita dapat melawannya?

 

Kita tahu bahwa influenza atau flu disebabkan oleh virus dan virus tersebut dapat menyebar dari orang ke orang lewat cairan pernafasan yang keluar sewaktu batuk, bersin dan berbicara. Virus ada diseluruh dunia, di daerah tropis dapat menyerang sepanjang tahun. Influenza atau flu tipe A, adalah jenis virus flu yang paling sangat berbahaya, ukurannya lebih kecil dari virus lainnya. Sewaktu virus ini menginfeksi sel manusia, virus tersebut bereproduksi sedemikian cepatnya sehingga sering kali dalam waktu sepuluh jam dapat menjadi sejuta "duplikat" dan virus influenza tersebut baru meletus keluar sel (jauh lebih cepat daripada virus HIV).

 

Banyak dari "duplikat" virus tersebut tidak persis sama, ada yang perbedaannya cukup besar sehingga lolos dari sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya kita menghadapi virus flu yang berbeda setiap tahun, yang menghadirkan seperangkat antigen baru-senyawa yang menantang kekebalan tubuh kita. Jika antigen mengalami perubahan yang cukup besar, sistem kekebalan kita nyaris tidak berdaya dan akan menimbulkan risiko pandemi.  

 

Virus flu bukan saja menyerang manusia tetapi juga menyerang atau menginfeksi binatang, seperti babi, unggas, ayam, bebek. Konon babi merupakan ibu bagi virus yang menginfeksi, unggas, ayam, bebek bahkan babi juga merupakan induk virus lain yang menginveksi manusia. Dan hal ini merupakan problem bagi manusia.

 

Jika seekor babi terinfeksi kedua jenis virus-virus yang menginfeksi binatang dan virus-virus yang menginfeksi mausia mengakibatkan kedua virus tersebut bercampur, maka depat muncul jenis virus influenza yang baru. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh tidak sanggup melawannya. Ada yang berpendapat bahwa jenis flu baru bersumber dari peladangan/peternakan unggas, ternak dan manusia yang tinggal berdekatan umumnya di masyarakat di Asia. Berkat contoh virus beku yang didapat dari mayat gadis flu Spanyol tim ilmuwan berhasil mengenali dan mngurutkan sebagian besar gen dari virus flu tahun 1918-19 hanya belum mengetahui mengapa flu tersebut begitu ganas dan sedemikian memautkan. Tampaknya jenis ini adalah kerabat dari virus flu yang menginfeksi babi dan unggas.

 

Jurnal medis Vaccine pada tahun 2003 melaporkan "Tiga puluh lima tahun telah berlalu sejak pandemi infuenza terakhir, dan rentang terpanjang dari antara setiap pandemi yang tercatat denganpasti adalah 39 tahun dan virus penyebab pandemi bisa saja muncul di Cina atau negara tetangga serta dapat mencakup antigen permukaan atau faktor pemicu virus yang berasal dari virus influeuza binatang." Bahkan artikel Vaccine tersebut meramalkan sebagai berikut "Virus akan menyebar dengan cepat keseluruh dunia. Beberapa gelombang infeksi akan terjadi, tingkat penyebaran penyakit sangat tinggi pada pada semua kelompok usia, dan kegiatan sosial ekonomi akan mengalami gangguan secara meluas di semua negara." Luar biasa banyak korban jiwa pada kebanyakan, bahkan semua kelompok usia. Kecil kemungkinan bahwa sistem perawatan, bahkan di negara yang paling makmur secara ekonomi, akan sanggup menghadapi permintaan akan pelayanan kesehatan.

 

Anti biotik dapat mengurangi korban jiwa akibat pneumonia bakteri sekunder,dan obat-obat tertentu dapat melawan beberapa jenis flu. Ada imunisasi yang dapat memerangi virus flu, jika jenisnya diketahui dengan tepat. Tetapi sejarah dari serangan flu babi yang berahkir tahun 1976, para dokter masih belum mengetahui cara memerangi virus yang ganas.  

 

"Sekitar 15 juta kematian setiap tahun diseluruh dunia diperkirakan berkaitan langsung dengan penyakit menular." Demikian tulis majalah Nature (8 Juli 2004), sementara Jurnal Emerging Infectious Dsiases, (April 2005) mengatakan "Orang-orang yang optimis pernah mengira bahwa ancaman penyakit menular yang serius kini pasti ditaklukkan, ternyata penyakit menular terus saja muncul dan muncul kembali." Nature menjelaskan, munculnya AIDS kembali menyadarkan orang bahwa penyakit menular dapat muncul secara tidak terelakan dan dengan konsekuensi yang berat. Sementara menurut laporan UNAIDS yang menangani program AIDS dan disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, di 45 negara yang terimbas paling parah, diperkirakan bahwa antara tahun 2000-2020, 68 juta orang akan mati dini akibat AIDS.

 

Jaringan Peringatan Dini Reuters memperingatkan tentang terus munculnya virus flu baru yang menghadirkan ancaman pandemi yang berkesinambungan dan berpotensi semakin parah. Menurut The Wall Street Journal, Virus flu burung yang saat ini aktif di Asia dikenal sebagai H5N1 yang ditemukan pertama kali di pasar unggas Hong Kong pada tahun 1997. Virus ini dapat menginfeksi orang yang mengadakan kontak jarak dekat dengan binatang yang terinfeksi. Virus ini luar biasa ganas dan menewaskan 80% orang yang terinfeksi. Begitu juga di Indonesia korban telah banyak berjatuhan akibat Virus flu burung yang telah memasuki wilayah Indonesia, peternak banyak mengalami kerugian karena harus memusnahkan unggas dan babi peternaknya untuk menghindari menyebarnya virus flu burung. Menurut media elektronik Pemerintah Israel dan Mesir telah mengkarantina peternakan unggas yang didapati 1000 unggas/kalkun mati mendadak dan hal ini merupakan kasus pertama di negara tersebut.

 


Kamis, 04 Desember 2008

sahabat

sahabat itu adalah segalanya . . .

tempat kita curhat , marah-marah , nangis enn sbagainya .
bayangin aja , gmana rasanya kalo ga ada temen . ga enak bangeudh kan ?

sahabat itu pentiiiing banget . .

sbenernya sii , lebih penting sahabat dari pada pacar . .

hhohoho . .

boonk banget see ! !

ia kn??

pacar itu bisa dicarii , tapi kalo sahabat bkal susah dicarinya . . u know . .

piiiissss



Rabu, 03 Desember 2008

adddduhh...hujannnn

uuuujjjjjjjjaaaaaaaannn
sendiri lagi dirumah . .
aaakkkkkkkkkkhhhhhhhhhh....

Selasa, 02 Desember 2008

aku binunt..

adduhhhhhhhh tugasnya rieut ikh gag ngerti euy .............